Cerita Gak Penting 2
Baiklah, cerita ini merupakan kelanjutan dari story part 1 sebelumnya. Dimana saya menceritakan kegagalan saya di masa lalu. Dan saya akhirnya berhasil mendapatkan motivasi baru agar lebih baik lagi dan berhasil nantinya. Saya akan mulai melanjutkan dengan hoby baru saya menonton sepak bola dan bermain futsal yang pada cerita sebelumnya saya bilang sulit untuk dijelaskan asalan munculnya hoby baru ini. Jujur dulu saya tidak suka sepak bola dan futsal sama sekali. Saya mulai suka sepak bola setelah menonton timnas Indonesia di AFF Cup 2010. Saya termotivasi oleh pemain-pemain timnas Indonesia. Sejak saat itu saya suka bermain futsal dan menonton banyak pertandingan sepak bola. Dulu sebelum menonton AFF Cup 2010 saya susah sekali kalau diajak bermain futsal, tidak ada motivasi olah raga sama sekali dalam diri saya. Selain itu dari motivasi-motivasi yang saya baca dari buku maupun saya dengar banyak yang bilang sukses juga harus dengan hidup sehat, maka motivasi saya untuk olah raga juga meningkat dari motivator-motivator itu. Semenjak kegagalan saya seperti yang saya ceritakan di story sebelumnya, saya banyak sekali membuat strategi (hahaha, strategi sepak bola lagi sepak bola lagi) perubahan dalam kehidupan saya. Saya selalu berpikir agar saya dapat menjadi orang yang lebih baik lagi sehingga bisa membuat orang-orang yang di kegagalan masa lalu saya merasa menyesal. Awalnya saya berpikir, apakah benar keinginan saya untuk membuat mereka di masa lalu saya itu menyesal. Ternyata banyak motivator bilang, orang yang di masa lalu kita itu nantinya akan menyesal dengan keputusan mereka apalagi kita menjadi orang yang lebih baik dan sukses. Berikutnya saya akan membicarakan sesuatu tapi lagi-lagi saya hubungkan dengan sepak bola. Dari banyak pertandingan sepak bola yang saya tonton sering kali tim yang tertinggal skor nya jika tidak berhasil membalik keadaan hingga cukup lama, mereka bermain dengan emosional yang akhirnya membuat permainan semakin kacau, akhirnya terkadang malah bisa kebobolan lebih banyak goal lagi. Hal ini sering juga terjadi di kehidupan kita, seringkali jika kalah atau gagal dalam suatu hal kita menanggapinya dengan emosional. Jika sudah seperti itu kita tidak akan pernah bisa bangkit dari kekalahan atau kegagalan kita, bisa-bisa kita akan semakin terpuruk. Sama halnya sepert saya yang beberapa kai gagal dulu untuk bangkit dari kegagalan itu saya harus berusaha menjadi lebih baik lagi tanpa menggunakan emosi tentunya, karena jika saya menggunakan emosi saya pasti akan mengalami kegagalan lagi sama seperti dulu dan tidak bisa membuat orang-orang di masa lalu saya itu menyesal dengan keputusan mereka. Tetap semangat untuk yang masih jomblo juga karena "Anything Possible" dan ingat kata Bambang Pamungkas "If we stop trying, that means we are no better than a coward..". Selain itu juga kita harus menjadikan kritik orang sebagai acuan untuk membangun diri kita lebih baik lagi.

